Akhirnya Nonton Film Keluarga – Movie Review: Wonder (2017)

halo halo. Selamat sore, dan selamat di waktu apa saja kalian sedang baca tulisan ini hehe. Ndak tau emang ada yang baca atau gak, namanya juga tempat sampah, ya nulis aja. Pengalaman menyenangkan kemarin nulis tentang film. Mungkin itu salah satu tema tulisan yang bisa menyelamatkan saya dari murtad blogging ke sekian kalinya. Mau nulis tentang resah dan gelisah, kok kayanya gak cocok, haha, banyak hal yang ternyata saya sadari gak layak diumbar. Tapi di tengah semangatnya nulis ternyata database error, tulisan film sebelumnya juga ngilang. Tapi yasudah, yuk lanjut. Nah, kali ini ada film yang cukup menarik, judulnya Wonder. Kenapa bikin saya tertarik? Karena ada Julia Roberts, dan Owen Wilson. Liat nama mereka berdua, kayanya ini film bakal menyenangkan.

Poster – Google Images

Pertama liat trailer dan cerita-cerita preview film ini, kok kayanya bakal sedih. Cerita tentang satu anak yang punya kekurangan di fisiknya. Ini film pasti isinya nangis-nangis. Tapi adanya Owen Wilson kok saya jadi ragu, ya ini mungkin daya tarik yang berhasil tim marketing film bangun, entah dengan sadar atau tidak, dan berkesan buat saya. diputuskanlah mau nonton ini film. Sebenernya pengen nonton film ini sama orang, cuman berhubung waktu yang tidak kunjung ketemu, kesempatan yang tidak kunjung tercipta, yasudah, dinikmati saja filmnya sendiri

Sebenernya inti film ini cukup ringan, bagaimana seorang anak yang punya kekurangan fisik dalam menjalani hidup layaknya anak normal lain. Jadi titik tumpu film ada di sosok Auggie, si anak yang punya kekurangan tadi. Nah uniknya, film ini menceritakan tidak hanya dari sudut pandang si Auggie saja, tapi bagaimana kondisi Auggie berpengaruh terhadap orang-orang di sekitarnya.

August Pullman – Google Images

Sesuai ekspektasi saya, banyak tangis bercucuran waktu nonton film ini, hehe, saya nonton pas sendirian, jadi gak kebawa gengsi, haha. Diawali dari sudut pandang si tokoh utama. Gimana dia yang dari lahir uda punya kekurangan, dan harus menjalani banyak operasi sampai bisa bertahan hidup. Dari awalnya yang homeschooling, belajar sendiri dengan ibunya, sampai akhirnya masuk sekolah umum. Dari awal yang kemana-mana pake helm astronot karena malu dengan bentuk wajahnya, sampai PD dan punya banyak temen. Happy ending, jadi cukup menyenangkan buat nonton bareng keluarga.

Ternyata gak hanya berhenti disini, hidup gak hanya tentang Auggie. Jika di awal diceritakan gimana orang-orang terdekat Auggie begitu perhatian sama dia. Orang tua yang begitu sayang, bahkan punya kakak yang begitu perhatian. Tapi tau gak gimana sebenernya perasaan kakaknya. Di film ini dibahas juga. Gimana si Via harus mengorbankan masa-masa bahagianya ketika anak-anak, dan dituntut mandiri karena sedari kecil adiknya memang membutuhkan perhatian lebih. Via tumbuh jadi pribadi yang kuat, dan tentunya, kurang perhatian. Dinamika hidupnya dijelaskan cukup di bagian film ini. tidak banyak, tapi cukup untuk menyajikan cerita yang menarik bagi pemirsanya.

Via Pullman – Google Images

Juga beberapa tokoh lain yang ikut bercerita di film ini. lengkapnya, tonton sendiri yak, sayang lo kalo cuman dari baca.

Sebagai orang yang tumbuh di keluarga yang gak harmonis-harmonis amat, film tentang keluarga selalu menyentuh buat saya. gimana pengorbanan ibu si Auggie, yaitu neng Julia, yang rela nunda tesisnya karena harus ngurus Auggie kecil sampe gede. Gimana pengorbanan sang ayah, yang selalu harus jadi orang yang positif di keluarga tersebut, gimana ayahnya mengolah stress setelah anjing mereka meninggal. Banyak cerita menarik di dalamnya, dan sayang kalau dilewatkan.

Oiya, sekali lagi, sengaja tidak saya ceritakan detail ya. Lagian saya uda nonton agak lama, jadi agak lupa juga, haha.

Hal-Hal yang Menarik Dalam Film

Hidup gak hanya tentang dirimu

Bahkan dalam titik terendah hidupmu, hidup gak harus selalu tentang kamu. Ini sih yang saya pahami. Kadang kita sedang pada kondisi terpuruk. Semua hal kita hubungkan dengan diri kita. Kita seakan-akan ingin semua orang paham tentang kondisi kita, dan harus peduli dengan kita. Tapi tidak begitu berjalannya dunia, jawabannya ya emang harus bersikap seimbang. Nyatanya tokoh Auggie dan Via pun begitu. Dan mereka akhirnya saling mengingatkan.

Orang yang terlihat kuat, bukan selalu yang paling kuat

Itulah Via. Di awal film dia begitu terlihat tegar. Selalu tersenyum, terlihat begitu sayang pada Auggie, tapi dibalik itu semua, Via ternyata kehilangan perhatian orang tuanya. Momen-momen bersama dengan ibunya. Waktu tidur ditemani orang tuanya, semua harus Via korbankan, nah balik lagi, keseimbangan lagi. Nyatanya juga Via gabisa bersikap kuat terus, akhirnya tumbang juga, hehehe.

Final score

8/10

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *